Rabu, 08 April 2015

Progress Praktikum 6 – 3D Modeling menggunakan Blender



Tujuan

Membuat model 3D menggunakan modifiers pada Blender

Alat

Blender 2.73a

Bahan

(Tanpa Bahan)

Dasar Teori

Ada banyak bentuk Polygon Modeling, diantaranya:
1. Primitive Modelling
2. Polygon Editing
3. Modifiers

Primitive Modeling

Primitive modeling adalah bentuk teknik modeling paling sederhana dimana komponen yang dimanipulasi/diubah-ubah adalah bentuk-bentuk primitif seperti kubus, silinder, kerucut, torus, dan bola.
berikut adalah contoh primitive modeling.

Polygon Editing

Polygon editing adalah teknik modeling dengan manipulasi polygon. Alat yang biasa digunakan adalah extrude dan loop cut. Selain itu manipulasinya juga dilakukan pada titik(point/vertex), garis(edge), ataupun sisi(face).
berikut adalah contoh polygon editing

Modifiers

Salah satu fasilitas 3D modeling menggunakan blender adalah adanya modifiers. Modifiers merupakan fasilitas untuk membuat sebuah model tanpa harus membuat seluruh polygon yang diperlukan. Beberapa modifiers yang umum digunakan antara lain mirror, subdivision, dan array.
berikut adalah contoh penggunaan subdivision modifier



berikut adalah contoh penggunaan mirror dan array dalam pembuatan kursi



Petunjuk Praktikum

  1. Buatlah Pitcher dan Teko menggunakan subdivion multiplier. Ikuti tutorial berikut untuk contoh pembuatan yang bisa ditiru.
  2. Buatlah Kursi menggunakan mirror dan array seperti tutorial berikut

Hasil Praktikum yang diharapkan

Buat screenrecord yang menunjukkan proses kalian melakukan 3D modeling dari obyek-obyek berikut:
1. Mangkok
2. Pitcher/Jar
3. Ceret/Teko
4. Kursi

Kesimpulan yang diharapkan

Mahasiswa dapat membuat kesimpulan dalam bentuk ringkasan pengalaman yang diperoleh dari praktikum ini

Hasil Pratikum

Rabu, 01 April 2015

Praktikum 5 – Polygon Modelling

Tujuan

Membuat model 3D menggunakan teknik Polygon Modelling

Alat

Blender 2.73a

Bahan

(Tanpa Bahan)

Dasar Teori

Ada banyak teknik 3D modeling, diantaranya:
1. Polygon Modelling
2. Sculpting

Polygon Modeling

polygon modeling menggunakan polygon sebagai bentuk dasar untuk pembuatan model 3D. Seperti pada referensi ini. Pada referensi tersebut, kegiatan modeling dimulai dengan memilih primitive. Bisa disebut juga primitive modeling. Primitive modeling biasanya dilanjutkan dengan polygon editing. Dalam blender, biasa disebut dengan Edit Mode atau shortcut-nya tombol TAB.

Sculpting

Sculpting menggunakan pendekatan artist lilin/malam untuk setiap menu yang disediakan oleh softwarenya.

Petunjuk Praktikum

  1. Membuat kursi menggunakan primitive only
  2. Membuat kursi menggunakan polygon editing dengan pendekatan additive modeling
  3. Membuat kursi menggunakan teknik polygon editing dengan pendekatan subtractive modeling
    https://www.youtube.com/watch?v=kOV6y1NBOO4
  4. Membuat meja dengan kombinasi pendekatan additive dan subtractive
  5. Membuat kursi versi 2 dengan teknik polygon editing


Hasil Praktikum 


Modelling kursi pertama

Kesimpulan

Pertama kali kesulitan untuk modelling kursi karena jarang mencoba blender. Setelah jadi kursi denganbentuk primitive kubus, lalu dianimasikan menurut praktikum 3 yang lalu. Modelling kursi menggunakan shortcut "G", "R", "S" untuk memindah, memutar, dan mengatur besar kecil bentuk kubus yang digunakan.

Selasa, 24 Maret 2015

Praktikum 3 – 360 Turn Table Animation

Tujuan

Membuat 360 turn table animation

Alat

Blender 2.73a

Bahan

Cartoon dragon no rig (register dulu baru bisa download)

Dasar Teori

360 turn table animation adalah animasi yang biasanya digunakan untuk menampilkan hasil karya 3D, semacam showcase. Animasi ini juga merupakan animasi umum untuk showreel seorang 3D modeller. berikut contoh penggunaan 360 turn table animation untuk showreel 3D modeling.
Untuk melakukan praktikum ini diperlukan pengetahuan atas dasar-dasar teori berikut terkait perintah-perintah yang bisa dilakukan oleh blender. Diantaranya adalah perintah-perintah untuk manipulasi objek, meng-custom tampilan blender (view), dan menganimasikan objek menggunakan keyframe.

Manipulasi Objek

Untuk melakukan manipulasi objek, pertama kali yang perlu dilakukan adalah memilih objek untuk dimanipulasi baru kemudian dilanjutkan dengan perintah manipulasinya. berikut adalah daftar perintah yang bisa digunakan
1. Selecting object
untuk menseleksi satu objek dapat dilakukan dengan tombolRight Click.
untuk menseleksi lebih dari satu objek dapat dilakukan dengan menahan tombol shift kemudian right click pada semua objek yang ingin diseleksi.
untuk memilih seluruh objek yang tampil di layar dapat dilakukan dengan meletakkan mouse cursor di atas 3D Viewkemudian tekan tombol A. Tombol ini berfungsi sebagai toggle, jika belum ada objek yang diseleksi maka akan berfungsi sebagai select all. jika select all sudah dilakukan, maka tombol Aberfungsi sebagai unselect all.
2. Rotate
setelah objek terseleksi, rotasi dapat diaktifkan dengan menekan tombol R pada saat mouse berada diatas 3D view, kemudian gerakkan mouse ke tengah atau ke luar layar.
3. Scale
setelah objek terseleksi, scale dapat diaktifkan dengan menekan tombol S kemudian gerakkan mouse untuk scale in atau scale out.
4. Translate/move
setelah objek terseleksi, translate/move dapat diaktifkan dengan menekan tombol G kemudian gerakkan mouse untuk memindahkan objek.
Untuk semua kegiatan tersebut (rotate, scale, translate), pergerakannya dapat dibatasi pada sumbu tertentu dengan menekan tombol X atau Y atau Z sesuai sumbu yang diinginkan.
Selain menggunakan tombol keyboard, juga bisa dilakukan menggunakan tombol objek handle di bagian bawah 3D viewport.
manipulator-button
Object Manipulator Button
setelah tombol tersebut diaktifkan akan muncul tombol lain yang berfungsi untuk melakukan rotate, scale, dan translate
manipulator-button
Object Manipulator Button

Petunjuk Praktikum

Percobaan 1: Test Render

Buka file Cartoon dragon no rig.

Buka tab Render pada view Properties

  1. render-tab
    Render Tab pada View Properties
  2. Klik Render
  3. Hasil rendernya terlihat seperti terpotong padahal sebenarnya tidak
  4. hasil-render
    Contoh Hasil Render
  5. Lakukan Zoom out pada view Image Editor sehingga keseluruhan hasil render bisa tampak
    zoomed-out
    Full zoomed out image editor

Percobaan 2: 360 Turn Table

  1. Buka file Cartoon dragon no rig.
  2. Pilih View Layout Animation pada tampilan 3D view, pilih opsiAnimation
    view-layout-options
    View Layout Options

    view-layout-dropdown
    View Layout Dropdown

    animation-view-layout
    Animation View Layout
  3. Seleksi objek yang berkaitan dengan dragon mulai dari badan, kelopak mata, dan bola mata.
    selected-dragon
    Seleksi objek berkaitan dengan dragon
  4. Aktifkan properties panel pada 3D view
    properties-panel-menu
    menu Properties panel

    properties-panel
    Properties panel in 3D view
  5. klik frame 1 pada Timeline view
    timeline-view
    Timeline View
  6. klik kanan pada Z Rotation property kemudian pilih Insert Single Keyframe
    z-rotation-property
    Z Rotation Property

    insert-single-keyframe
    Insert single keyframe

    penambahan single keyframe tersebut akan meng-highlight Z rotation property dengan warna kuning dan akan menambahkan 1 item baru pada dopesheet.
    hasil-single-keyframe
    Hasil penambahan single keyframe
  7. klik frame 250 pada Timeline view
    klik-frame-250
    klik frame 250
  8. klik Z Rotation Property kemudian ketik 360 diakhiri dengan tombol ENTER
    set-z-rotation-to-360
    Set Z rotation property menjadi 360

    warna highlight berubah menjadi hijau yang artinya property tersebut merupakan keyframe pada frame yang lain dan belum menjadi keyframe dari frame saat ini
  9. klik kanan pada Z Rotation property kemudian pilih Insert Single Keyframe
    insert-single-keyframe
    Insert single keyframe

    z-rotation-360-keyframe
    Single keyframe untuk Z rotation 360
  10. Pada tahap ini diperoleh keyframe untuk frame 1 dan 250. dimana frame 1 Z rotationnya 0 dan frame 250 z rotationnya 360. Maka saat tombol play dimainkan, akan menghasilkan pergerakan(tween) dari z rotation 0 menjadi z rotation 360 seperti berikut ini.

Hasil Praktikum
test render

turn table

Kesimpulan
Pada awalnya saya tidak mengetahui jika dalam blender ada fitur untuk menganimasikan 3D yang kita buat. saya kira pada awalnya hanya untuk modelling dan rigging. saat mulai menganimasikan hampir mirip dengann software pencil untuk urusan frame tinggal menyesuaikan saja.

Rabu, 11 Maret 2015

Praktikum 2 – Melakukan render di Blender untuk pemula

Tujuan

Mengenal navigasi dalam blender.
Mahasiswa diharapkan mampu memanipulasi tampilan objek 3D pada aplikasi Blender.


Alat

Blender minimal versi 2.72


Bahan


Dasar Teori Tentang Render dalam Blender

Render adalah sebuah kegiatan untuk mengubah 3D view yang telah diatur sebelumnya untuk menjadi gambar atau video.

Menu untuk melakukan render terdapat pada “Properties” editor seperti pada gambar berikut
properties editor
Tampilan Properties Editor

Untuk render single frame (1 frame saja) dapat dilakukan dengan menekan tombol “Render”
tombol-render
Tombol Render

Biasanya, hasil sebuah render tidak langsung berupa file. tapi hanya ditampilkan pada image editor seperti berikut iniimage-editorTampilan hasil render pada image editor di blender


untuk menyimpan hasil tersebut menjadi sebuah file image, bisa menggunakan menu Image->Save as Image

save-as-image
Menu Save As Image

Pilih folder tempat menyimpan kemudian tulis nama file yang diinginkan kemudian klik tombol Save as Image

save-as-image-file-browser
File Browser untuk save as image

berikut adalah contoh hasil save as image berupa file PNG
hasil-save-as-image
Hasil save as image


Durasi sebuah render sangat bervariatif, tergantung pada kompleksitas scene (3D object + setting-nya) dan render setting-nya. ada yang 1 menit selesai, ada pula yang 72 jam baru selesai. bahkan ada software khusus yang berdiri sendiri khusus untuk rendering, sebagai contohRenderMan buatan Pixar Studios dan arnold buatan Solid Angle. Ada juga software khusus render bagi mereka yang suka dengan automatic setting contohnya Keyshot.
Blender memiliki render engine bertipe manual. dimana setiap aspek dari render dapat diatur. salah satu yang bisa diatur adalah dimensi. untuk dimensi yang umum, blender sudah menyediakan beberapa preset antara lain,

DVCPRO HD 1080p
DVCPRO HD 720p
HDTV 1080p
HDTV 720p
HDV 1080p
HDV NTSC 1080p
HDV PAL 1080p
TV NTSC 16:9
TV NTSC 4:3
TV PAL 16:9

Kegiatan render biasanya ada dua macam. Yang pertama adalah render low res untuk keperluan selama pembuatan. Yang kedua adalah render high res yang merupakan render final hasil akhir untuk disajikan ke client. Perbedaannya, render low res akan focus ke fast render sehingga tidak mengganggu proses pembuatan.
Salah satu cara untuk melakukan fast render adalah dengan merender menggunakan 50% resolution seperti berikut
screen-resolution
50% screen resolution
Di percobaan yang saya lakukan di core i7, dengan 50% resolution dapat mempercepat proses render dari 10 menit menjadi 2 menit.

Hasil Praktikum
1. Rander dengan save image normal
Video rander normal
2. Rander dengan format NTSC 4:3
Video rander Format NTSC
3. Rander NTSC 4:3 dengan resulution 50%
Video resolution 50%
Analisa
Hasil rander normal dengan yang format NTSC 4:3 lebih lama yang 4:3 sedangkan Render yang low resulution mempunyai waktu rander paling cepat.
Referensi

Rabu, 04 Maret 2015

Praktikum 1 – Navigasi dalam Blender

Tujuan
Mengenal navigasi dalam blender.
Mahasiswa diharapkan mampu memanipulasi tampilan objek 3D pada aplikasi Blender.
Alat
Blender minimal versi 2.72
Bahan
blender-fileMike Pan’s BMW
Dasar Teori Navigasi dalam Blender
Sebelum melakukan produksi menggunakan sebuah software, perlu diketahui beberapa perintah-perintah dasar to ‘get around inside the software’. perlu diketahui perintah-perintah dasar sekitar melihat-lihat objek 3d.
Beberapa perintah yang terkait navigasi
– Orbit
– Pan
– Zoom
– Zoom to object
– Camera Perspective
Secara umum, terdapat lebih dari satu cara untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang disebutkan di atas.
minimal ada pendekatan keyboard (keyboard shortcut) dan pendekatan mouse. Pendekatan mouse sendiri dibagi menjadi mouse dengan klik tengah dan mouse tanpa klik tengah.
Navigasi
Berikut adalah beberapa perintah di blender yang bisa digunakan.
1. Orbit (memutar view)
Klik tengah + mouse move
2. Pan (geser kanan kiri)
Klik tengah + shift + mouse move
3. Zoom
Mouse scroll
Perintah tersebut bisa dilakukan untuk mouse yang memiliki middle button. Untuk mouse tanpa middle button, perlu mengaktifkan emulate 3 button yang terdapat pada menu File -> User Preferences pada tabInput seperti gambar berikut
emulate-mouse
Emulate 3 Button Mouse
Emulate 3 Button Mouse
Setelah emulate 3 button diaktifkan, beberapa perintah berikut dapat digunakan
1. Orbit
Alt + Ctrl + Klik kiri + mouse move
2. Pan
Alt + Shift + Klik kiri + mouse move
3. Zoom
Alt + Ctrl + Klik kiri + mouse move
Petunjuk Praktikum
Download File Mike pan's BMW
Buka aplikasi blender
Pilih menu File -> Open pada bagian pojok kiri atas dari blender.
file-open
Menu File -> Open
Pada tampilan File Explorer, pilih file “Mike Pan’s BMW” yang sudah didownload sebelumnya.
file-browser
Tampilan File Browser
Pastikan tampilan blender-nya sebagai berikut
loaded-file
Tampilan Setelah Loading File
Hasil Praktikum
Pan left, right, up, down
Pan left, right, up, down
Zoom in, out
zoom in and out
Orbit
Orbit
Mengganti viewport dari camera perspective menjadi user perspective
ccamera perspective -> user perspective
Referensi
http://blenderartists.org/forum/showthread.php?239480-2-7x-Cycles-benchmark-%28Updated-BMW%29
http://cgcookie.com/blender/lessons/interface-and-navigation/